Iklan Header 600x80px

NEWS UPDATE

KKN-DIK UNTUK SEBELAS DESA DI KECAMATAN LEUWILIANG

KKN-DIK UNTUK SEBELAS DESA DI KECAMATAN LEUWILIANG

 

MAHASISWA KKN-DIK STKIP MUHAMMADIYAH BOGOR: MENGABDI KEPADA MASYARAKAT, MEMBERI TAK HARAP KEMBALI

 

Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) merupakan sebuah program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang wajib diikuti oleh mahasiswa yang memasuki semester VII terdiri dari program studi Administrasi Pendidikan, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Pendidikan Bahasa Inggris. Program tersebut dilaksanakan di Kecamatan Leuwiliang yang terbagi kedalam 11 kelompok desa, yaitu Desa Leuwiliang, Desa Leuwimekar, Desa Barengkok, Desa Karacak, Desa Pabangbon, Desa Karyasari, Desa Purasari, Desa Puraseda, Desa Cibeber 1, Desa Cibeber 2 dan Desa Karehkel.

Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik)dilaksanakan di luar kampus dengan maksud meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan, teknologi, serta seni untuk melaksanakan pembangunan yang semakin meningkat, serta meningkatkan persepsi mahasiswa tentang relevansi antara kurikulum yang dipelajari di kampus dengan realita pembangunan dalam masyarakat.

Bagi mahasiswa, kegiatan KKN haruslah dilaksanakan sebagai pemahaman belajar yang baru dan yang tidak akan pernah diperoleh di dalam kampus. Dengan selesainya  melakukan Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik), mahasiswa harus merasa memiliki pengetahuan baru, kemampuan baru, dan kesadaran baru tentang masyarakat, bangsa, dan tanah airnya, dimana proses pendidikan berhubungan erat dengan pembinaan mahasiswa secara utuh, serta pengembangan dan peningkatan kemampuan masyarakat. Dengan demikian, KKN-DIK merupakan program intrakurikuler atau menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan tinggi, khususnya jenjang S1. 

Tahun ini, STKIP Muhammdiyah Bogor mengambuk tema : Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendidikan.  Dengan tema KKN Dik tersebut, maka fokus kegiatan peserta KKN-Dik. ini meliputi pada program Gerakan Literasi, Penuntasan Wajib Belajar 9 tahun, Program Keaksaraan Fungsional (KF) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Dalam kurun waktu 40 hari, mahasiswa-mahasiswi STKIP Muhammadiyah Bogor telah melaksanakan KKN-Dik dengan sangat baik. Berbagai program kerja unggulan setiap kelompok telah rampung dan terlaksana, antaralain Saung Baca Wangun dari Kelompok KKN-Dik Desa Purasari, Program Keaksaraan Fungsional Pembelajaran Buta Huruf dari Kelompok KKN-Dik Dsa Pabangbon, Saung Imajinasi dari Kelompok KKN-Dik Desa Leuwimekar, Pojok Baca dari Kelompok KKN-Dik desa Puraseda dan Taman Baca Masyarakat “Lentera Pustaka” dari Kelompok KKN-Dik Desa Cibeber 2.

Program-program tersebut telah diresmikan oleh Kepala Desa setempat dan dihadiri oleh masyarakat. Mahasiswa KKN-Dik berharap agar dengan adanya fasilitas membaca dapat meningkatkan daya literasi masyarakat sehingga ilmu dan pengetahuan dapat membuka luas cakrawala khususnya bagi para warga desa yang berada di Kecamatan Leuwiliang. 

 

Komentar Via Facebook